Pulau Lombok merupakan tempat yang ideal untuk melepaskan kejenuhan setelah lelah beraktivitas dan bosan dengan hiruk pikuk kota. Sebagai pulau yang kaya akan pemandangan alam yang cantik dan menawan, ke manapun kaki Anda melangkah, akan menemukan pemandangan alam yang indah dan mempesona. Hampir di setiap sudut pulau terdapat spot menarik yang layak untuk dikunjungi, mulai dari Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, Taman Narmada, Pantai Kuta, dan beberapa air terjun yang bersumber dari Danau Segara Anak.

Dari sekian banyak air terjun yang ada, beberapa di antaranya sudah sangat dikenal oleh masyarakat seperti Air Terjun Tiu Kelep dan Air Terjun Sendang Gile. Selain air terjun tersebut, masih ada beberapa air terjun yang memiliki pemandangan indah namun belum dipublikasikan secara luas, sehingga keberadaannya baru diketahui oleh penduduk lokal saja. Satu dari sekian banyak air terjun tersebut adalah Air Terjun Benang Kelambu yang terletak di tengah hutan Desa Aik Berik, Batu Kliang Utara, Lombok Tengah.

Nama Air Terjun Benang Kelambu berdasarkan pada aliran air terjun yang tercipta. Berbeda dengan air terjun biasa yang airnya meluncur pada satu tempat sehingga tercipta suara gemuruh, Air Terjun Benang Kelambu lebih menyerupai tirai (kelambu). Air yang mengalir turun dari ketinggian tebing mengalir melalui tanaman merambat yang tumbuh di permukaan tebing kemudian jatuh ke tanah, menyerupai rintik air hujan yang mengalir jatuh dari atap rumah. Oleh karena itulah air terjun ini disebut sebagai Air Terjun Benang Kelambu. Bagi Anda yang suka bertualang di alam bebas dan menikmati keindahan alam, maka jangan sampai lewatkan kunjungan ke Air Terjun Benang Kelambu saat sedang berada di Kabupaten Lombok Tengah.

Keistimewaan

Anda yang suka beraktivitas di tengah alam terbuka, berjalan kaki menembus hutan dan menikmati udara yang segar, Air Terjun Benang Kelambu merupakan obyek wisata yang layak untuk Anda kunjungi. Untuk mencapai lokasi air terjun, Anda akan melewati hamparan persawahan dengan latar belakang perbukitan serta Gunung Rinjani yang menjulang tinggi. Memasuki kawasan Desa Aik Berik hawa sejuk dan udara segar mulai terasa. Hal ini dikarenakan Desa Air Berik termasuk desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani.

Dari tempat parkir kendaraan, Anda harus berjalan kaki sekitar 1 km sebelum tiba di Air Terjun Benang Kelambu. Medan yang akan Anda lalui lumayan terjal dan menantang, melewati sungai kecil, jalan setapak, serta membelah hutan. Anda harus menyiapkan tenaga ekstra untuk mencapai air terjun ini. Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi dengan pemandangan hutan yang hijau, kicauan burung, dan suara hewan-hewan lain yang saling bersahutan. Namun, usaha dan semua keletihan Anda akan terbayar lunas saat sampai di Air Terjun Benang Kelambu.

Tebing yang dindingnya dipenuhi oleh tanaman merambat menyambut Anda. Air mengalir dari ketinggian serupa kelambu putih tipis di balik dinding hijau serta menciptakan suara gemuruh. Air terjun ini bertingkat-tingkat dan menyebar. Selain ada air terjun utama berukuran besar, ada beberapa air terjun kecil yang tersebar di berbagai titik. Sedangkan tempat yang bisa digunakan untuk mandi ada 4, yakni di sebelah kiri, kanan, tengah, dan atas.

Aliran air terjun di Benang Kelambu tidak begitu deras, sehingga nyaman digunakan untuk mandi dan tidak menyakiti kulit. Selain itu, air yang mengalir melaui sela-sela dedaunan ini juga dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan juga membuat siapapun yang mandi di bawahnya terlihat lebih muda. Menurut kepercayaan masyarakat setempat hal ini dikarenakan Air Terjun Benang Kelambu bersumber langsung dari Danau Segara Anak di Gunung Rinjani.

Lokasi

Air Terjun Benang Kelambu terletak berdekatan dengan Air Terjun Benak Stokel, tepatnya di Desa Aik Berik, Kecamatan Batu Kliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa tenggara Barat, Indonesia.

Akses

Jarak antara Air Terjun Benang Kelambu dengan Kota Mataram sekitar 30 km dan dapat ditempuh selama 45 menit menggunakan kendaraan melalui Narmada, Desa Pancar Dao, dan Pasar Teratak. Akses menuju lokasi dapat dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah tiba di tempat parkir, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di tengah hutan hingga tiba di lokasi.

Harga Tiket

Wisatawan yang ingin menikmati keindahan Air Terjun Benang Kelambu akan ditarik retribusi sebesar Rp 3.000,00/orang.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Letaknya di dalam hutan menjadikan Air Terjun Benang Kelambu belum memiliki fasilitas yang lengkap. Meski begitu beberapa fasilitas standar sebuah obyek wisata seperti tempat parkir, kamar mandi umum, dan kios makanan sudah di tempat ini. Tak jauh dari Air Terjun Benang Kelambu juga terdapat Air Terjun Benang Stokel yang dapat Anda kunjungi.

Source : wisata melayu

Read More......
Share/Save/Bookmark
Rabu, 18 Mei 2011 Posted in | | 0 Comments »

Monumen Kapal Selam (Monkasel) ini terdapat di bantaran Kalimas, Surabaya. Pembangunan Monkasel dimulai pada tanggal 1 Juli 1995, dan diresmikan oleh Kasal Laksamana TNI Arief Kushariadi pada tanggal 27 Juni 1998, kemudian mulai dibuka untuk umum pada tanggal 15 Juli 1998.

Monumen ini berupa kapal selam asli, yaitu KRI Pasopati dengan nomor lambung 410, termasuk jenis SS tipe Whiskeys Class buatan Vladiwostok, Rusia, tahun 1962. KRI Pasopati masuk ke jajaran TNI AL mulai tanggal 29 Januari 1962 dengan tugas pokok menghancurkan garis lintas musuh (anti shipping), mengadakan pengintaian dan melakukan silent raids. KRI Pasopati 410 dinonaktifkan dari jajaran TNI AL pada tanggal 25 Januari 1990.

KRI Pasopati memiliki panjang 76,6 meter dan lebar 6,3 meter. Kapal ini memiliki kecepatan 18,3 knots di atas air dan 13,5 knots di bawah air. Beratnya dalam kondisi penuh adalah 1300 ton, dan dalam kondisi kosong 1050 ton. Kapal memiliki jarak jelajah 8500 mil laut, dilengkapi dengan persenjataan 12 buah torpedo yang masing-masing panjangnya 7 meter. Untuk mengoperasikan kapal selam ini dibutuhkan 63 orang awak kapal.

Kapal ini terdiri atas tujuh buah ruangan yang berderet dari haluan ke buritan, dimana tiap-tiap ruangan penuh dengan berbagai peralatan yang cukup rumit. Kapal digerakkan dengan tenaga baterai yang berjumlah 224 buah, dengan bahan bakar solar.

Selama pengabdiannya, KRI Pasopati banyak berperan aktif menegakkan kedaulatan negara dan hukum di laut yurisdiksi nasional. Dalam Operasi Trikora, KRI Pasopati terlibat langsung di garis depan, memberi tekanan-tekanan psikologis terhadap lawan, sehingga Irian Barat dapat kembali ke dalam wilayah RI. Selain itu masih banyak operasi penting lainnya yang telah dilakukan KRI Pasopati.


Keistimewaan

Monumen ini berupa kapal selam asli dengan berbagai peralatan yang masih lengkap, sehingga sangat menarik dan sangat bagus untuk dilihat baik bagi masyarakat umum maupun para pelajar.


Lokasi

Monkasel terletak di Jalan Pemuda No. 39, Surabaya. Telepon (031)5490410 dan (031)5353284.


Akses

Monkasel dapat dicapai dengan mudah dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Harga Tiket

Harga tiket masuk adalah Rp. 2.500,- per orang.

Jam buka :

* Senin – Jum‘at : 08.00 s/d 21.00 WIB
* Sabtu – Minggu : 08.00 s/d 22.00 WIB

Fasilitas

* Taman Swarga Puspitaloka
* Video Rama
* Live music dan wisata air Kalimas
* Restoran dan kafe
* Penjualan souvenir
* Tempat parkir luas

Source : Wisata Melayu

Read More......
Share/Save/Bookmark
Selasa, 28 Desember 2010 Posted in | | 0 Comments »

Benteng Bukit Kursi yang terdapat di Pulau Penyengat, merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah Kerajaan Melayu dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan diri dari serangan musuh. Nama benteng tersebut diambil dari nama tempat di mana benteng itu dibangun, yaitu Bukit Kursi. Bukit Kursi merupakan lokasi yang cukup strategis untuk benteng pertahanan. Selain berada pada dataran tinggi di Pulau Penyengat, bukit ini juga langsung menghadap laut lepas.

Mengingat pentingnya peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, maka muncullah ide untuk membangun benteng pertahanan. Ide tersebut disetujui oleh Raja Haji Fisabillah yang saat itu menjabat sebagai Raja Kerajaan Melayu Riau. Sebuah benteng kemudian dibangun di Bukit Kursi dalam waktu 4 tahun atau sekitar tahun 1782—1784 M. Untuk menyempurnakan keberadaan benteng sebagai basis pertahanan kerajaan, maka didatangkan sebanyak 80 meriam dari Eropa yang dipasang di tiap-tiap sudut strategis untuk memudahkan para prajurit kerajaan menghalau tentara musuh.

Berkat Benteng Bukit Kursi ini, istana dan bangunan kerajaan lainnya yang terdapat di dalam kompleks kerajaan bisa terhindar dari serangan musuh dalam waktu yang cukup lama. Bahkan, pernah tercatat dalam sejarah perjuangan Kerajaan Melayu Riau, benteng ini mampu menjadi perisai yang tangguh guna menghalau penjajah Belanda yang akan memasuki Pulau Penyengat. Butuh strategi yang matang dan waktu yang cukup lama bagi Pemerintah Kolonial Belanda menguasai basis kerajaan dan benteng pertahanan tersebut.

Keistimewaan

Desain bangunan benteng ini cukup menarik. Benteng pertahanan yang terletak di atas bukit ini dibangun dalam bentuk parit-parit. Desain ini dibuat untuk menghindari serangan musuh yang datang dalam jumlah besar serta memiliki persenjataan yang lengkap. Di samping itu, parit-parit tersebut juga berfungsi sebagai jalur untuk menyuplai bubuk mesiu bagi persenjataan meriam. Hingga saat ini, parit-parit tersebut masih membentang di Benteng Bukit Kursi. Parit-parit ini digali dengan kedalaman 1 m dan menghubungkan tiap-tiap lokasi meriam berdiri. Tetapi kondisi parit-parit tersebut, sekarang ini kurang terawat dan terkesan kumuh.

Di atas Benteng Bukit Kursi ini, terdapat beberapa peninggalan meriam kuno. Tetapi, jumlah meriam yang terdapat di bukit tersebut jauh berkurang dari jumlah semula yang berjumlah sekitar 90 meriam. Sebagian meriam-meriam tersebut, oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, dijual ke Singapura dengan harga yang cukup murah sebagai barang rongsokan. Sementara itu, sebagian lainnya hilang karena kurangnya pemeliharaan dan perawatan dari pemerintah daerah setempat.

Tak jauh dari Benteng Bukit Kursi, terdapat sebuah bangunan yang pada zaman dahulu dipergunakan untuk menyimpan bubuk mesiu. Oleh masyarakat setempat bangunan ini dinamakan Gedung Obat Bedil (gudang mesiu). Keberadaan gudang mesiu ini erat kaitannya dengan Benteng Bukit Kursi. Ketika pertempuran sedang berkecamuk, gudang ini menjadi penyuplai mesiu untuk senjata meriam guna menghalau musuh. Gedung Obat Bedil hingga sekarang masih berdiri kokoh walau telah berusia cukup lama.

Lokasi

Bentang Bukit Kursi terletak di Pulau Penyengat, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjung Pinang, Kota Tanjung Pinang, Propinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Akses

Untuk menuju Benteng Bukit Kursi, para wisatawan mesti melintasi laut lepas. Perjalanan dapat dimulai dari Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura dengan menggunakan angkutan kota. Kemudian, dari Pelabuhan Sri Bintan Pura perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Penyengat dengan lama perjalanan sekitar 15 menit menggunakan perahu pompong dengan ongkos perjalanan sekitar Rp 5.000. Bagi para pelancong disarankan agar tidak menempuh perjalanan pada sore hari menjelang malam. Karena biaya yang dikeluarkan untuk ongkos perjalanan dari pelabuhan menuju Pulau Penyengat atau sebaliknya bisa naik mencapai 200—300% dari harga normal.

Sementara itu, di Pulau Penyengat para wisatawan dapat menggunakan jasa becak bermotor untuk mengelilingi pulau tersebut. Termasuk menuju Benteng Bukit Kursi. Untuk mendapatkan jasa pelayanan becak bermotor tersebut, para wisatawan cukup membayar uang sebesar Rp 20.000 selama satu jam (November 2008). Para wisatawan tinggal duduk dan menunjukkan daerah tujuan wisata kepada pengemudi yang sekaligus bertindak sebagai pemandu.

Harga Tiket

Untuk masuk ke obyek wisata Benteng Bukit Kursi, tidak dipungut biaya.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Dalam proses konfirmasi

Source : Wisata Melayu

Read More......
Share/Save/Bookmark
Rabu, 17 November 2010 Posted in | | 0 Comments »